Ceritanya mau bikin Follow Friday, tp secara si orgnya ga pny twitter jg yauda aku ceritain disini aja, ini salah satu rockstar ku, inspirasiku. Namanya aku rasa gausa disebut deh ya, tar malu. :p

Sebut saja Ali (27thn), dia teman kantorku. Posisinya seperti frontliner. Punya pacar uda 5 tahun, seorang perawat, dan perawat ini kerja di Arab, sebagai TKW. *eh, tp TKW perawat ya, bukan ART*.

Ali pernah cerita, kl dia sedih bgt, kenapa sampai jauh2 bgt si pacarnya (Syifa) harus kerja sampai keluar negeri segala. Masalah gaji pastinya, Syifa melihat peluang lebih besar di Arab untuk berkembang, dan secara salary jg lebih tinggi. Lalu, Ali ga kehilangan akal, dia ga pengen Syifa kerja terlalu jauh, dia pengen calon istrinya ini bisa santai di negara sendiri, aman di negara sendiri, dan pastinya Ali ga mau donk kehilangan Syifa, kali2 digebet sm wan abud di sana, haha. So, jadilah Ali bekerja lebih keras lg.

Ali punya hobi foto, dia mempunyai sampingan sebagai fotografer prewed and wedding. Hasilnya ga main2, sekali dia foto bisa dapet sampai 12 jutaan. itu melebihi gaji dia sebulan loh. dalam waktu sehari pula. Usaha Ali keras bgt untuk mengembalikan calon istri ke tanah air, supaya ga jauh2, dia pengen memenuhi kebutuhan istri dan menunjukan ke keluarga calon istri kalau Ali bisa menghidupi anak org dengan cukup, berlebih malah. Usaha Ali ga sia2 loh, dalam waktu 1,5 tahun terakhir ini, Ali uda bisa beli tanah dan bangun rumah di daerah Cibubur. Tabungan jg uda ada. Dan bentar lg mau nikaaaahh! Horeeee, selamat ya Mas Ali πŸ˜€

Contoh kedua, teman aku sendiri, sebut namanya Dimas. Dia uda pacaran sm cewenya dari 2005. Dan Dimas mati2an berusaha memenuhi impian si cewe, instead of his – himself dream. Cewenya Dewi, pengen bgt wirausaha, S2, dan punya keluarga yg hangat. So, Dimas mulai dari lulus kuliah uda ancang2 penuh untuk wirausaha, dan bahkan mengajak Dewi untuk ikutan. Usahanya antara lain adalah membangun sebuah kos2an di Jatinangor, Investasi emas dan pohon sengon di Palembang, dan beberapa investasi lainnya. Usaha untuk S2 sementara pending sih, tapi jangan salah.. Dimas sempet punya impian ke Malaysia untuk belajar S2 Hukum, dan mengajak serta Dewi. Punya keluarga yg hangat? oh Dimas truly is a nice person, dan humoris sekali. Dewi ga pernah sedih di sebelah Dimas, Dewi selalu ketawa bahagia di sebelah Dimas. Lengkap kan?

Point2 di atas: aku salut sm org2 yg bener2 memperjuangkan impiannya, bahkan berusaha keras dan sungguh2 untuk membela impiannya. Kalau bukan kita sendiri, siapa lg??

God bless you, good people! πŸ™‚

Seorang sahabat pernah mengajarkan utk tidak menjudge atau menilai orang, apapun itu, kalau baik, itu emg uda kewajiban, dan bagus, tapi kalau jelek, itu bukan hak kita, dan bukan urusan kita.

Saat ini, aku ga tau sih korelasinya apa, tapi aku pengen cerita ttg temen akuΒ  yg punya kelakuan suka nyinyir, nyebelin sih emg, tapi lagi2 aku ga mau ngejudge, melainkan aku pengen jelasin ada apa gerangan sehingga org ini mjd spt ini. Kalau mengutip perkataan Ernest Prakarsa di twitter “You dont know what happened in others people’s life”.

Contoh pertama, sebut saja namanya Budi (maap, drpd gw bilang mawar?) Budi ini orgnya selalu nyinyir, sombong, omongannya gede, mudah tersinggung, ga mau dibantah, PD nya kadang super duper tinggi dan barang siapa keliatan mau mengganggu dia, defensif cenderung offensif akan menjadi sikapnya. Tapi, tau ga apa gerangan yg menjadikan dia spt itu? Mari kita lihat dari lingkup terkecilnya dulu. Rupanya keluarganya ini (maaf) broken home. Papanya uda ga ada bersama dng dia dari kecil. Lebih menyakitkan lg adalah bahwa mamanya itu ternyata istri kedua (dan mamanya ga tau kl dia istri kedua sampe Budi lahir). Drama FTV bgt ya? ember, but its real! Sampai mamanya berjuang sendiri, nikah lg dan Budi harus menerima perlakuan ga enak dari sodara2 tirinya. Budi ga punya figur ayah yg baik. Dan ketika selesai kuliah, Budi berusaha untuk ‘mengeluarkan’ mamanya dari keluarga itu, kemudian berjuang berdua. Sehingga, pada saat ini, yg dia punya hanya mamanya, mgkn ada sodara, tapi kl inget gimana perjuangan dia dan mamanya, wajarlah kalau skrg Budi bener2 jaga mamanya, begitu jg sebaliknya. Harga dirinya tinggi bgt, karena dia tau harga itu susah bgt dia capai, penuh perjuangan. Hatinya sudah cukup sedih, terluka. Budi mencoba untuk melindungi dirinya dengan sikap tinggi hatinya itu. Sekali ada yg mencoba mengusik kehidupan dia dan mamanya, maka dengan sigap Budi akan menyerang sebagai pertahanannya. —

Contoh kedua, hampir sama casenya, dari keluarga yg (maaf) broken home. Nina diasuh oleh kakek neneknya sampai SMA, mamanya sudah menikah lg dan ia mempunyai seorang adik tiri. Figur keluarga yg utuh ga terbayang di mata Nina. Tapi saat di bangku kuliah, Nina tumbuh menjadi mahasiswa yg sangat aktif dan ambisius. Prestasi segudang, organisasi banyak, beasiswa selalu dapet, banyak teman. Tapi tetep, ada yg ‘hilang’ ketika ada teman yg mencoba mengkritik, NIna ga bisa terima begitu saja, karena Nina sudah merasa ‘bisa’ survive sampai di titik puncak ini, Nina menjadi kebal thd kritik.

Perbedaan 1 dan 2 adalah. DI kasus pertama, Budi menjadi org yg menghancurkan dirinya sendiri dengan sikap sombongnya. Dia ga mau kelihatan lemah, selalu menggertak org yg berani mengganggu dia, padahal, sikap seperti itulah yg bikin dia ‘menggali kuburannya sendiri’. Di kasus ke 2, Nina lebih pandai mengalihkan emosinya, menjadi org yg berprestasi, tapi tetap ada sikap defensif yg melekat pd dirinya. Jadi jelas ya, kita bisa tau kenapa org bisa bersikap tertentu, pasti karena ada sebab di belakangnya.

Pesan moral kedua: bersyukurlah, ketika kita mempunyai keluargaΒ  yg lengkap, bisa ketawa2 brg, saling support, menguatkan, akrab satu sama lain. Karena mungkin di luar sana ada jg org yg bisa jadi ‘berbeda’ karena dr lingkup terkecilnya uda ga mendukung dia untuk berkembang menjadi seorang yg baik. Keluarga adalah lingkup terkecil pertama yg akan mengajarkan kita gimana nilai2 kekeluargaan seharusnya berjalan. We need a family man, indeed.

Cheers πŸ™‚

One day, my best friend -Angga, asked me “will a man and a woman being a best friend?” Surely, I answered. “Looked at our friendship now, you and me, we can share together, even I asked you to read your tarot, hahaha. You know me- Angga, so do I. You have a girl friend, I know her so well, sometimes you tell your story etc. Do we have any problem with that so far?” The answer is NO.

But, now I feel failed to proof this statement. I loose my best friend, Aryo, I loose him. I dont know actually when it start, we never be the same again, to tell everything so close, to laugh together, to discuss a situation, to have a same comment, or just to know that ‘I am okey, and you?’.

Yeah, but what I know is that now he already has the lucky lady, and he will love her so much, caring her badly, and he start to build his dream. Too bad if I asked him to ‘stay’ again. He is happy now. And I am happy with it too. Hey you, good people, nice to see you. Thank you and good luck for the next step, flap your wings! πŸ™‚

warung indung after ngamen brg