Jakarta oh Jakarta,
tulisan ini yg gw janjikan, tentang Jakarta, hahahaha!
Ada pemikiran bahwa org yg sudah menginjakan kaki di Jakarta, dan pernah tinggal di Jakarta, entah itu bekerja atau untuk keperluan studi di Jakarta, adalah org yg bermental baja. Mental yg sudah terlatih utk menjadi org yg kuat, kuat terhadap permasalahan, kuat memutar otak utk menyambung hidup, kuat utk terus menjadi org yg kreatif, org yg sabar, org yg keringatnya ga habis2 di peras di jalanan, hehehe.
Berikut penuturan saya ttg Jakarta:
di Jakarta, pusat pemerintahan, pusat pengambilan keputusan, banyak kedutaan
di Jakarta, banyak fasilitas2 yg lebih profesional dan membantu: RS internasional, sekolah internasional,
di Jakarta, banyak lowongan pekerjaan, dari yg umum sampe ke yg ga umum: polisi cepek, tukang sulak di pinggir jalan, pengamen di tiap sudut lampu merah,
di Jakarta, banyak tempat hiburan: mall, taman wisata, pantai,
di Jakarta, banyak alat transportasi: kopaja, metromini, angkot, ojek, bajaj, busway,
di Jakarta, banyak acara2 berkelas internasional: Java Jazz Festival, Java Soulnation, Java Rockinland, konser musikal Laskar Pelangi, pentas drama Matah Ati, pentas drama Onrop,
di Jakarta, ada makanan dari yg paling murah sampe yg paling mahal,
di Jakarta, banyak yg bisa dipelajari dari para sosialita yg uda sukses, gimana cara pemikiran mereka, gimana cara pengambilan keputusan mereka, gimana politik2 yg ada, dll,
di Jakarta, aku diajarin gimana caranya sopan ala kehidupan ibu kota, beberapa kata yg wajib kita ucapkan adalah, maaf – permisi – terima kasih,
di Jakarta, aku diajari bahwa kl jalan kaki atau lg di transportasi umum, tas jgn di selempangkan begitu saja, di samping badan, tapi harus dipegang erat2 di depan badan kita, karena kita tidak pernah tau kapan copet akan beraksi *amit amit jabang bayi,, – ketok meja tiga kali
di Jakarta, aku tau ada makanan Jepang, makanan Korea, makanan India, makanan Amerika, makanan Italy, makanan daerah, makanan Jakarta sndr tentunya,
di Jakarta, aku tahu bahwa: org Jakarta paling ga betah ga neken tombol klakson, makanya kata sahabat baik : kl mau belajar sabar di Jakarta, coba deh jgn klakson di jalanan Jakarta, pasti tar jadi org sabar
di Jakarta, aku tau ga semua barang2 bagus itu harus beli di mall dng harga setinggi langit, masih ada pasar2 barang 2nd, pasar barang murah, kiloan, even sampe barang (sori) curian,
di Jakarta, aku tau semua org berada di titik stress yg tertinggi dihari Jumat, maka dari itu semua org akan menjadi zombie mall pada saat wiken,
di Jakarta, aku tau pembangunan mall dan apartemen tidak akan pernah berhenti, tuk selalu dicari lahan kosong, dan kemudian dibangun utk pusat pemukiman, atau sekedar tempat hiburan baru. Selain itu, wilayah di luar Jakartapun ga henti2nya dieksplore utk dibangun lg. Masih ada Alam Sutra, BSD, dan kesana lg, yg bisa dibikin perumahan utk mencukupi kebutuhan org2 yg butuh tempat tinggal, sementara bekerja di Jakarta. Tol2 penghubung jg mulai dipikirkan gimana supaya jarak tidaklah menjadi masalah.
di Jakarta, saat ini penduduk diperkirakan mencapai 12.5juta org, adalah suatu jumlah yg cukup besar utk 1 provinsi sekecil ini, tapi mobilitas sangat besar. Setiap tahunnya pendatang dipastikan ada, entah dibawa ama sodaranya dari sini – situ, atau memang mendapat pekerjaan di Jakarta. Ga heran jg tingkat kriminalitas di Jakarta termasuk tinggi, ada aja kejadian mengerikan terjadi di Jakarta, mulai dari penipuan, pencurian, perampokan, penculikan, sampe ke pembunuhan (lagi2 – amit amit jabang bayiiii)
Pernah suatu hari kepikiran, gimana kl pemerintah Jakarta membuat suatu peraturan bagi para pendatang. Mungkin peraturan ini uda ada dalam bentuk yg lain, tapi karena kita mengenal relativitas disiplin, jadi yaaa.. longgar2 aja tuh, hehe. Pernah denger ada peraturan utk bikin surat keterangan pindah domisili bagi penduduk yg berpindah tempat tinggal? Atau pernah denger harus ada KTP sementara yg bisa menjadi tolak ukur berapa org yg datang ke suatu tempat tsb? Mungkin pemerintah Jakarta harus memberlakukan Visa – atau ijin masuk ke suatu wilayah – bagi para pendatang. Bisa dibagi dalam bentuk: tourist, pendidikan, bisnis, atau kerja. Dan masing2 visa ini ada masa berlakunya. Dijamin, org2 di Jakarta akan lebih ternetralisir, hehehe.
Aku tau bahwa aku jg adalah pendatang, tapi setidaknya aku tidak berbuat yg aneh2 di Jakarta, bekerja, dan kemudian beristirahat, kadang liat hiburan di mall, kadang jg naik busway atau metromini ke suatu tempat. Fair bukan?? hehehe, Aku jg ga keberatan utk bikin visa kerja di Jakarta yg harus diperbarui setiap tahunnya utk memperpanjang masa berlakunya. Asalkan semua org bisa hidup dengan layak, dan tingkat kriminal di Jakarta tuh menurun, semua org bisa hidup bahagia. Amin.
well, cukup panjang ya bahasannya? Semoga cukup bermanfaat, any comments terbuka sekali loh..