“Sesuatu untuk dikerjakan, seseorang untuk dicintai, sesuatu untuk diharapkan.
Itulah kebahagiaan.”
— Immanuel Kant
Pagi hari saat aku perjalanan ke kantor, aku melihat ada sebuah ruko sedang di penuhi oleh banyak org. rupanya dalam ruko itu sedang ada pengobatan dng metode baru yg diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, dan dalam rangka free trial, jadi pengobatan itu diadakan gratis bagi siapa saja yg mau datang mencoba. Banyak ibu2 dan bapak2 yg sepertinya sudah tua, susah berjalan, mempunyai keluhan disini dan disana, datang untuk memenuhi ruko tsb dengan tujuan yg sama, ingin mendapatkan kesembuhan.
Menarik, pagi2 aku diperlihatkan bahwa, dalam hidup, sebuah harapan sangat penting adanya untuk bisa melanjutkan hidup. semangat yang tetap ada, optimisme dari org utk sembuh tetap ada, hal itu yang membuat mereka rela untuk antri berjam untuk bisa merasakan alat penyembuh dan mendapat kesembuhan pula tentunya.
Teringat akan cerita teman kantor, awal2 aku masuk kantor, aku kenal sama org dari divisi accounting, namanya ibu Lili. setiap hari penampilan ibu ini selalu ceria, dia mengenakan pakaian berwarna cerah, dipadukan dng sepatu senada, rambutnya selalu ditata rapi, dan make up jg sering menggunakan warna2 cerah. dia sering mengunjungi divisi sebelahku, untuk sekedar ngobrol atau menanyakan soal pekerjaan. Di bulan september, kami dikejutkan bahwa ibu Lili jatuh koma di rumah sakit, semua itu tiba2, tanpa ada gejala2 sakit sebelumnya.
3bulan lamanya, ibu Lili terbaring dirumah sakit, banyak org menceritakan bagaimana profil beliau. Dikatakan bahwa Ibu Lili sebenernya adalah org yg tertutup, pemalu, dan jarang mempunyai teman. Dia mempunyai masalah dng keluarganya, hingga saat ini beliau masih berstatus single. Juga ternyata selama ini Ibu Lili mempunyai berbagai macam penyakit, namum semua itu dia coba untuk atasi sendiri, dengan cara membeli obat ini itu,vitamin ini itu, satu hp nya memuat banyak apotek di sekitar tempat tinggalnya. di laci kerjanya ditemukan banyak vitamin dan supplemen yg lengkap. menurut dokter, terlalu sering mengonsuumsi obat2 tanpa pengaawasan inilah yg menyebabkan badan ibu Lili sendiri menjadi kebal terhadap efek obat tapi tidak pernah disadarinya.
Lebih dari 3 bulan, dokter dan keluarga tidak bisa memastikan sampai kapan beliau bisa bertahan, satu hal yg diutarakan dokter yg bikin aku teringat2 selalu, bahwa semangat hidup ibu Lili yg sangat besar inilah yg sampai saat ini menyebabkan beliau masi koma, beliau tidak mudah begitu saja menyerah terhadap penyakit komplikasi yg diidapkannya, dan jauh di alam bawah sadar ibu Lili itulah beliau sedang berjuang keras untuk melawan penyakitnya.
Hingga suatu hari, ibu Lili siuman, bisa untuk berkomunikasi dengan org2 yang menjenguknya, walaupun masi terbata2, semua org senang karena doa dan harapan mereka sudah terjawab, Ibu Lili siuman. Tapi keesokan harinya, Ibu Lili menghembuskan nafas terakhirnya, rupanya siuman itu adalah tanda bahwa beliau ingin berpamitan dng kita semua.
Cerita pendek itu, bener2 cerita yg menarik, manusia dilahirkan untuk menjalani serangkaian proses hidup, kadang ada cobaan, kadang ada sukacita, tapi dari semua itu, Tuhan ingin kita manusia untuk terus berusaha, terus berharap, terus berjuang. harapan akan keadaan yg lebih baik dari sekarang, tidak pernah berputus asa. karena manusia hanya ingin hidup bahagia, dan Tuhan hanya ingin kita manusia tidak saling menyakiti.
May all human being happy.